Buleleng, Bali – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng melanjutkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program sosial “Bumbung Kemanusiaan Pramuka Peduli”.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-64, Kwarcab Buleleng menyerahkan dua unit rumah layak huni kepada dua warga kurang mampu di Kabupaten Buleleng.
Penyerahan simbolis berlangsung pada hari Sabtu (30/8/2025). Satu unit rumah diserahkan kepada Ketut Tikunaya, seorang buruh tani yang berlokasi di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada. Sementara itu, satu unit lainnya diserahkan kepada Kadek Agus Mertayasa, seorang buruh serabutan di Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit.
Ketua Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng, Ketut Susila Widiarsana, menjelaskan bahwa program ini terwujud berkat kolaborasi dari berbagai pihak.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program bumbung kemanusiaan pramuka peduli serangkaian Hari Pramuka. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari BPD Cabang Singaraja, Perumda Tirta Hita, dan PLN UP3 Bali Utara yang turut membantu pemasangan jaringan listrik baru,” ujar Ketut Susila.
Ia merinci, pembangunan di Lingkungan Sangket menelan anggaran sebesar Rp 24,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 3 juta untuk ongkos tukang. Sementara di Desa Sangsit, biaya bahan bangunan mencapai Rp 25 juta dengan ongkos tukang Rp 3,6 juta.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kwarcab Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan harapan agar bantuan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap Pak Ketut Tikunaya tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat tinggal. Dengan hunian yang layak, beliau bisa lebih fokus pada pendidikan anak agar bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi dan pada akhirnya meningkatkan derajat kesejahteraan keluarga,” ungkap Gede Suyasa.
Saat menyerahkan bantuan di Desa Sangsit, Gede Suyasa juga mengungkapkan rasa bangganya. “Rumahnya sudah diplester, dikeramik, kamar mandi sangat bagus, dan pasangan atapnya sangat rapi. Kami harap Pak Kadek Agus bisa berkonsentrasi bekerja tanpa memikirkan hunian, dan lebih fokus pada pendidikan anak-anaknya. Tidur bisa lebih nyaman, anak-anak bisa mendapat pendidikan yang baik, istri lebih sehat, dan makan juga lebih bergizi,” imbuhnya.
Gede Suyasa menambahkan, “Masa lalu tidak menentukan masa depan. Meskipun masa lalunya dibantu rumah, masa depannya akan cerah asalkan giat belajar dan rajin bekerja.” Ia juga menyebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Pramuka Buleleng telah berhasil membangun 10 rumah layak huni.
Penerima bantuan, Kadek Agus Mertayasa, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat berterima kasih sudah mendapatkan rumah dan seragam untuk anak-anak kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ucapnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka dalam mengamalkan Dasa Darma, khususnya pada poin ‘cinta alam dan kasih sayang sesama manusia’, serta menjadi bukti nyata peran Pramuka dalam membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Discussion about this post